Atap Baja Ringan Indonesia: Kelebihan, Kekurangan dan Cara Menghitungnya

Rangka Atap Baja Ringan

Atap Baja Ringan – Seiring dengan perkembangan zaman, struktur sipil dituntut untuk menjadi lebih berkualitas disegala aspek. Salah satu aspek yang mendapat banyak perhatian adalah aspek material yang digunakan oleh para pengguna suatu struktur bangunan. Banyak rekayasa yang telah digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan aspek ini.

Melihat kebutuhan material tersebut, baja menjadi material yang banyak dipilih karena keekonomisannya dan kekuatan yang mampu disediakannya. Baja merupakan salah satu material bangunan yang banyak digunakan selain beton dan kayu.

Baja sebagai salah satu dari material bangunan memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan material lain. Oleh karena itu, seringkali dalam penggunaannya, material baja digabungkan dengan material lain untuk menutup kelemahan masing-masing material. Melihat kekurangan dari ketiga material tersebut, untuk rangka atap akhir akhir ini digunakan struktur rangka atap baja ringan.

Atap Baja Ringan

Atap Baja Ringan

Baja ringan merupakan material yang dibentuk dalam kondisi dingin (cold-formed steel) dengan ketebalan berkisar antara 0,4 mm hingga 3,0 mm. Karena ketebalan yang tipis, maka baja ringan yang dipakai untuk keperluan struktural harus dibuat dari baja mutu tinggi, sehingga mempunyai ketahanan yang cukup untuk menerima beban struktur.

Berbeda dengan baja konvensional, baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis, namun memiliki fungsi setara baja konvensional. Baja ringan ini termasuk jenis baja yang dibentuk setelah dingin (cold form steel).

Rangka Atap Baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan baja ringan yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4mm – 1mm (Theodolite).

Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni cenderung lebih rapat (Equipment Kitchen). Semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda-kuda semakin pendek. Misalnya untuk genteng dengan bobot 40 kg/m2 jarak kuda-kuda bisa dibuat setiap 1,4m. Sementara bila bobot genteng mencapai 75kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2m. Kenapa harus dipakai rangka baja ringan ???

Rangka Atap Baja Ringan

Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap baja ringan adalah struktur atap sebuah bangunan yang menggunakan konstruksi baja yang kuat tetapi ringan jenis cold rolled coil (CRC) dengan bentul profil seperti huruf C atau O. Berikut ini beberapa uraian mengenai rangka atap baja ringan.

Baja ringan saat ini menjadi material yang semakin populer. Kepopuleran tersebut diperoleh karena banyaknya masyarakat yang mulai menggunakan Atap baja ringan sebagai pilihan konstruksi atapnya, dan juga memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan kayu. Salah satunya adalah ketahanan pada karat.

Baja ringan dapat menjadi antikarat karena lapisan yang melingkupi permukaannya. Lapisan tersebut berupa campuran aluminium dan senyawa lain yang mampu mencegah korosi.

Kelebihan rangka atap baja ringan:

  • Tidak perlu di cat lagi.
  • Bahan bangunan yang ringan sehingga tidak memberatkan struktur.
  • Tidak terkena serangan rayap, hal ini berbeda dengan kayu yang punya resiko keropos dimakan rayap.
  • Mutu materialnya tidak berubah-ubah, tidak melapuk karena usia lanjut.
  • Proses pemasanganya cepat, bisa dipabrikasi dulu lalu tinggal pasang di lokasi proyek.
  • Tahan terhadap karat.

Kekurangan rangka atap baja ringan:

  • Pemilihan material memerlukan perhitungan struktur yang teliti dan kuat, karena jika ada yang salah maka atap bisa roboh total.
  • Tergolong sebagai material rangka atap yang cukup mahal dibanding jenis lainya, namun keberadaan kayu yang semakin langka telah membuat baja ringan menjadi lebih murah untuk digunakan.
  • Tidak bisa asal membuat rangka atap, perlu gambar kerja yang benar sehingga atap bisa dibangun dan berfungsi dengan baik.
  • Dari segi tampilan arsitektur terlihat kurang bagus jika tidak didesain sedemikian rupa, oleh karena itu diperlukan plafond penutup agar langit-langit terlihat bagus.
  • Tidak terjual bebas di toko bahan bangunan, jadi harus memesan langsung pada supplier rangka atap baja ringan yang biasanya menawarkan harga perencanaan,bahan berikut pemasangan sampai jadi.

Akan tetapi, walaupun memiliki lapisan antikarat, tidak ada jaminan bahwa baja ringan akan 100 persen bebas dari karat. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membuat baja ringan berkarat.

Penyebab baja ringan berkarat

Penyebab baja ringan berkarat

Hujan dan Panas

Baja ringan bukanlah material yang dapat terekspos di hujan dan panas. Terpaan cuaca akan mengurangi kemampuan lapisan anti karatnya. Oleh karena itu, penggunaan untuk eksterior sangat tidak dianjurkan.

Proses pemasangan sebaiknya tidak dilakukan pada musim penghujan. Sebaiknya Anda memperhitungkan jadwal pembangunan dengan baik agar pekerjaan atap tidak pada musim penghujan.

Air Semen

Semen dan lapisan antikarat pada baja ringan akan menghasilkan reaksi kimia. Reaksi ini akan merusak lapisan antikarat, khususnya dengan lapisan antikarat berjenis Zinc atau galvanis.

Pada saat proses konstruksi, lindungi baja ringan dari proses pengerjaan beton atau semen. Jika memungkinkan, sebaiknya jangan gunakan semen pada genteng nok langsung di atas rangka baja ringan. Buat lapisan kedap air sebagai pembatas.

Tergores

Lapisan antikarat pada baja ringan dapat tergores dan terkelupas. Jika hal itu terjadi, baja akan terpapar oksigen yang dapat menghasilkan karat.

Hal ini dapat terjadi pada bagian-bagian sambungan baja, terutama bagian yang dipotong salah. Jika terjadi, segeralah melakukan pelapisan ulang dengan menggunakan cat. Dan hindari pula melakukan kesalahan pemotongan.

Larutan Asam

Cairan yang bersifat asam sangat reaktif saat bersentuhan dengan permukaan baja ringan. Larutan asam ini akan membuat lapisan antikarat terkelupas. Larutan ini terdapat pada produk pembersih lantai dan keramik.

Cara Menghitung Volume Rangka Atap Baja Ringan

Dalam penawaran, rangka atap baja ringan biasanya dihitung dalam satuan m2. Untuk menghitung volume rangka atap baja ringan bisa dipakai rumus sebagai berikut :

Misalkan ukuran sebuah bangunan adalah 9 x 9 meter dengan overstek masing-masing di keempat sisi 1 meter dengan derajat kemiringan 35 derajat, maka dapat kita hitung volume rangka atap baja ringan bangunan tersebut sebagai berikut :

  • Panjang Bangunan = 9 + 1 + 1 = 11 m
  • Lebar Bangunan = 9 + 1 + 1 = 11 m
  • Derajat Kemiringan = cos 35 = 0.819
  • Volume = 11 x 11 / 0.819 = 147.7 m2

Bagaimana untuk menghitung jumlah material yang dibutuhkan :

Misalkan sudah didapat angka luas ATAP MIRINGNYA maka kebutuhan material sbb :

1. Kebetuhan Genteng metal ukuran daun 2×4

Rumus :

Kebutuhan genteng = Luas Atap miring x 1.62

  • = 147.7 x1.62
  • = 239,274 atau 240 lembar genteng metal daun 2×4

2. Kebutuhan Baja Ringannya

2.1 Canal / Kasso

Kebutuhan Canal/Kaso = ( Luas Atap miring x 4 ) / 6

  • = ( 147.7 x 4 ) / 6
  • = 98,4 batang Canal

2.2 Reng

Kebutuhan Reng = Banyaknya Canal x 1,5

  • = 98 x 1,5
  • = 147 batang reng

3. Kebutuhan sekrup

3.1 Sekrup genteng

kebutuhan sekrup genteng = Jumlah genteng x 12

  • = 240 lbr x 12
  • = 2.880 buah

3.2 sekrup Baja

Kebutuhan sekrup Baja = Luas Atap miring x 20

  • = 147.7 x 20
  • = 2.954 buah

Notes : perhitungan bisa berbeda sesuai dengan hasil analisa masing2 aplikator. asumsi sederhana
hitungan bajaringan.net

Demikian sedikit penjelasan tentang rangka atap baja ringan beserta cara menghitung volumenya. Semoga bermanfaat.

Harga Atap Baja Ringan

harga baja ringan

Daftar Harga Atap Baja Ringan

  • Rangka Atap Baja Ringan Material CNP 0,75 mm Bahan Zincalume Rp. 125.000/m2
  • Rangka Atap Baja Ringan Material CNP 1,00 mm Bahan Zincalume Rp. 150.000/m2
  • Rangka Atap Baja Ringan CNP 0,75 mm Bahan Zincalume Paket Atap Gelombang Gogreen Include Nok Rp. 180.000/m2
  • Rangka Atap Baja Ringan CNP 0,75 mm Bahan Zincalume Paket Atap Genteng Metal Polos Include Nok Rp. 190.000/m2
  • Rangka Atap Baja Ringan CNP 0,75 mm Bahan Zincalume Paket Atap Genteng Metal Berpasir Include Nok Rp. 195.000/m2
  • Rangka Atap Baja Ringan CNP 0,75 mm bahan Zincalume Paket Atap Spandek Include Nok Rp. 200.000/m2
  • Rangka Atap Baja Ringan CNP 0,75 mm Bahan Zincalume Paket Genteng Keramik Kanmuri Warna Natural Include Nok Rp. 330.000/m2
  • Alumunium Foil Single Rp.25.000/m2
  • Alumunium Foil Double Rp. 30.000/m2
  • Talang Lembaran Atau Jurai Material Bahan Zincalume Rp. 90.000/m1
  • List Plank Material Papan GRC Lebar 20 cm Berprofile Rp. 85.000/m1

Harga yang kami sebutakan diatas merupakan harga kisaran yang ada di beberapa daerah yang kami ketahui, harga diatas bisa saja berubah sewaktu-waktu, semoga dengan adanya daftar harga atap baja ringan diatas dapat menggambarkan mengenai harga atap baja ringan yang sedang tenar belakangan ini.